Redaksi Banten
  • Beranda
  • Banten
  • Tangerang
  • Nasional
  • Ekonomi & Bisnis
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Dunia Islam
  • Video
  • Foto
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Banten
  • Tangerang
  • Nasional
  • Ekonomi & Bisnis
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Dunia Islam
  • Video
  • Foto
No Result
View All Result
Redaksi Banten
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Banten
  • Tangerang
  • Nasional
  • Ekonomi & Bisnis
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Dunia Islam
  • Video
  • Foto
Home Tangerang

Bukan Debu Biasa, Ini Bahayanya Abu Vulkanik

9 September 2026
A A

Redaksi Banten, Tangerang- Masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap paparan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. Selain mengikuti informasi resmi pemerintah, masyarakat juga perlu memahami dampak abu vulkanik terhadap kesehatan, khususnya sistem pernapasan.

Dokter Spesialis Paru RSUD Kota Tangerang dr. Virginia Nurya Hikmawati menjelaskan, abu vulkanik tidak dapat disamakan dengan debu biasa. Keduanya memiliki karakteristik dan kandungan yang berbeda sehingga dampaknya terhadap tubuh juga perlu diperhatikan.

“Kalau debu biasa kandungannya bisa berupa tanah, serat kain, jamur, maupun alergen. Sementara abu vulkanik memiliki partikel mineral dan logam, termasuk kuarsa dan silika,” jelasnya, Selasa (8/9/26).

Menurutnya, partikel abu vulkanik memiliki ukuran yang sangat kecil dan dapat masuk ke saluran pernapasan. Jika terhirup hingga mencapai bagian paru-paru, partikel tersebut dapat memicu reaksi peradangan pada jaringan pernapasan.

BacaJuga

Andra Soni Doakan dan Dampingi Keluarga Jurnalis di Posko SAR Carita

Camat Kemiri Imbau Masyarakat Antisipasi Dampak Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau

Tubuh akan mengenali abu vulkanik yang masuk sebagai benda asing. Kondisi tersebut kemudian dapat memicu peningkatan produksi lendir pada saluran pernapasan. Dampaknya dapat lebih terasa pada masyarakat yang sebelumnya telah memiliki gangguan pernapasan.

“Orang yang sudah memiliki penyakit pernapasan sebelumnya, bisa mengalami kekambuhan, seperti asma,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, gejala akibat paparan abu vulkanik dapat berbeda tergantung bagian tubuh yang terkena. Paparan pada mata dapat menimbulkan rasa perih dan gatal. Sementara paparan pada hidung dan tenggorokan dapat menyebabkan rasa tidak nyaman, batuk, hingga sakit tenggorokan.

Jika partikel masuk lebih jauh ke saluran pernapasan dan mencapai paru-paru, masyarakat dapat mengalami batuk yang lebih berat hingga sesak napas. Karena itu, masyarakat diminta tidak mengabaikan gejala yang muncul setelah terpapar abu vulkanik.

“Kalau sudah ada sesak napas, itu menjadi salah satu tanda bahwa kita perlu mendapatkan penanganan lebih lanjut di fasilitas kesehatan,” katanya.

Selain menggunakan masker, masyarakat disarankan segera membersihkan diri setelah kembali ke rumah. Cuci tangan dan wajah, serta menjaga kebersihan tubuh untuk mengurangi paparan partikel yang menempel.

“Intinya, kurangi pajanan, kurangi aktivitas di luar rumah yang tidak diperlukan, terutama bagi kelompok rentan. Tetap terapkan perilaku hidup bersih dan sehat serta pantau informasi resmi dari pemerintah,” pungkasnya.

Tags: Abu VulkanikBahayaDebuGunung Anak Krakatau
ShareSendTweetShareShareSend

Berita Lainnya

Kalah Saing dengan Warung, Kopdes Merah Putih Desa Sukamantri Mati Suri

16 Oktober 2026

Peringatan Kepada Pelaku Usaha di Kota Tangerang untuk Taati Perizinan dan Pengelolaan limbah

16 Oktober 2026

Tingkatkan Produktivitas Padi, DPKP Kabupaten Tangerang Mitigasi Dampak Kekeringan

16 Oktober 2026

Trantib Kecamatan Ciledug Tindak Pembakaran Sampah Liar

15 Oktober 2026
Oplus_16908288

Bau Tak Sedap, Sampah Menumpuk Dekat Lingkungan Sekolah SDN Pasar Kemis 3

14 Oktober 2026

Polsek Cikupa Tangani Penarikan Diduga oleh DC, Kendaraan Dikembalikan

14 Oktober 2026
Oplus_16908288

Bakar Sampah Sembarangan, Gudang Pipa di Legok Ludes Terbakar

14 Oktober 2026
Oplus_16908288

Peringatan HUT Ke-394, Mahasiswa Kritik Kebijakan hingga Kejar Bupati Tangerang  

13 Oktober 2026
Tampilkan Lagi

Terpopuler Sepekan

  • Oplus_16908288

    Peringatan HUT Ke-394, Mahasiswa Kritik Kebijakan hingga Kejar Bupati Tangerang  

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bau Tak Sedap, Sampah Menumpuk Dekat Lingkungan Sekolah SDN Pasar Kemis 3

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kalah Saing dengan Warung, Kopdes Merah Putih Desa Sukamantri Mati Suri

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kasus GKPI Rajeg, Polda Banten Tetapkan Satu Orang Tersangka

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tingkatkan Produktivitas Padi, DPKP Kabupaten Tangerang Mitigasi Dampak Kekeringan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Berita Terkini

Jelang Liga Nusantara Season 2026/2027, Persikota Jalani Training Camp di Yogyakarta 

16 Oktober 2026

Diikuti 442 atlet, Wabup Intan Buka Tangerang Wushu Open Championship (TWOC) 2026 

16 Oktober 2026

Bonus Rp.12 Miliyar untuk Atlet POPDA dan PEPARPEDA Kota Tangerang

15 Oktober 2026

Kedai di Dalam Gang, Kopi Len Tawarkan Ngopi Ala di Rumah Sendiri

14 Oktober 2026

Kasus GKPI Rajeg, Polda Banten Tetapkan Satu Orang Tersangka

14 Oktober 2026

Semarak Parade Budaya Warnai Peringatan Hari Jadi ke-394 Kabupaten Tangerang

13 Oktober 2026

Terdampak Kemarau, Polresta Tangerang Salurkan 9000 Liter Air Bersih di Panongan

13 Oktober 2026

Penataan Kawasan Kiasnawi, Penumpang KRL Minta Akses Pedestrian

13 Oktober 2026
Tampilkan Lagi
  • Banten
  • Tangerang
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Dunia Islam
  • Video
  • Foto

© 2024 RedaksiBanten.com – Satu semangat terkini.

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Karir
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Banten
  • Tangerang
  • Nasional
  • Ekonomi & Bisnis
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Dunia Islam
  • Video
  • Foto

© 2024 RedaksiBanten.com - Satu semangat terkini.

Website ini menggunakan cookies.