Redaksi Banten
  • Beranda
  • Banten
  • Tangerang
  • Nasional
  • Ekonomi & Bisnis
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Dunia Islam
  • Video
  • Foto
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Banten
  • Tangerang
  • Nasional
  • Ekonomi & Bisnis
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Dunia Islam
  • Video
  • Foto
No Result
View All Result
Redaksi Banten
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Banten
  • Tangerang
  • Nasional
  • Ekonomi & Bisnis
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Dunia Islam
  • Video
  • Foto
Home Banten

Ketimpangan Sosial di Tengah Bumingnya Globalisasi dan Industri di Masyarakat 

4 Juni 2024
A A
Jumat (15/11) Sejumlah buruh berderet untuk pulang usai bekerja disalah satu pabrik di kawasan industri Jatake, Kota Tangerang. (M JAKWAN)
Buruh pabrik pulang kerja

Jumat (15/11) Sejumlah buruh berderet untuk pulang usai bekerja disalah satu pabrik di kawasan industri Jatake, Kota Tangerang. (M JAKWAN)

Ketimpangan Sosial di Tengah Bumingnya Globalisasi dan Industri di Masyarakat 

(Gita Dwi Nabila , Mahasiswa Teknik Pertanian Universitas Jambi)

Seperti yang kita kerahui  Ketimpangan sosial adalah suatu kondisi dimana terdapat perbedaan atau kesenjangan antara kelompok-kelompok masyarakat dalam hal akses, kesempatan, hak, kewajiban, dan kesejahteraan. Ketimpangan sosial dapat terjadi di berbagai bidang, seperti ekonomi, politik, budaya, pendidikan, kesehatan, dan lain-lain. Ketimpangan sosial dapat disebabkan oleh berbagai faktor, seperti perbedaan sumber daya, perbedaan kemampuan, perbedaan kebijakan, perbedaan budaya, perbedaan agama, dan lain-lain.

Ketimpangan sosial merupakan sebuah fenomena sosial yang memiliki dampak positif dan negatif bagi masyarakat. Dampak positif ketimpangan sosial adalah dapat mendorong masyarakat untuk berusaha lebih keras, berinovasi, dan berkembang. Dampak negatif ketimpangan sosial adalah dapat menimbulkan konflik, kecemburuan, diskriminasi, kemiskinan, kriminalitas, dan degradasi moral.

BacaJuga

MUI Kota Tangerang Ajak Masyarakat Peduli Bencana Sumatera, Aceh dan Jawa

Masyarakat Kota Tangerang Diimbau Kesiapsiagaan Bencana Banjir Hingga Megathrust

Globalisasi secara fisik ditandai dengan perkembangan kota-kota yang menjadi bagian dari jaringan kota dunia. Hal ini dapat dilihat dari infrastruktur telekomunikasi, jaringan transportasi, perusahaan-perusahaan berskala internasional serta cabang-cabangnya. Dampak positif dari globalisasi adalah terjadinya perubahan tata nilai dan sikap, berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi, tingkat kehidupan yang lebih baik. Sedangkan dampak negatif dari globalisasi adalah, pola hidup konsumtif, sikap individualistik, gaya hidup kebarat-baratan serta kesenjangan sosial.

Apa keterkaitan globalisai dan industry ? 

Seperti yang kita ketahui, globalisasi yang datang telah mengubah tatanan dunia dari berbagai aspek. Adanya globalisasi yang membuat teknologi dan komunikasi semakin berkembang dari waktu ke waktu.

Globalisasi tercipta akibat adanya keinginan manusia untuk memperoleh kehidupan yang lebih baik secara efektif dan efisien dengan adanya teknologi yang semakin canggih. Karena dengan adanya teknologi ini masyarakat dapat lebih mudah untuk mencapai tujuan mereka dengan mudah dan lebih efisien. Tak terkecuali dalam bidang industri, dari adanya globalisasi ini kita dapat mengenal adanya brand-brand dari industri fashion seperti Nike, Rebook, GAP, dan lain-lain.

Termasuk di Indonesia, globalisasi dalam bidang industri ini nyatanya telah sampai hingga Indonesia. Namun sayangnya globalisasi di Indonesia tidak selamanya membawa dampak yang baik bagi di Indonesia. Hal ini karena terjadi ketimpangan sosial di dalam masyarakat yang mengalami kemajuan.

Karena proses globalisasi dan masyarakat yang mengalami ketertinggalan karena kurang mampu memanfaatkan peluang yang ditawarkan globalisasi. Sehingga, globalisasi menjadi salah satu faktor terjadinya ketimpangan sosial di masyarakat. Hal ini karena adanya pengaruh dari barat, di mana pada masa penjajahan berlangsung bangsa barat terus mengeksploitasi Indonesia dan bangsa kulit berwarna demi kepentingan mereka.

Pengeksploitasian ini dilakukan dengan mengambil keuntungan sebanyak-banyaknya untuk bangsa barat namun menekan keuntungan bagi Indonesia. Hal ini akhirnya menghasilkan budaya sikap kapitalis yang masih terjadi hingga sekarang. Salah satu contoh nyata dengan adanya buruh-buruh yang bekerja di pabrik Industri. Di Indonesia sendiri terdapat banyak industri-industri yang berisikan buruh dan pekerja kelas rendah yang bekerja tanpa kenal waktu dan mendapatkan upah yang sangat minim.

Globalisasi yang berkembang di dunia tampaknya telah menjadi bagian dari kehidupan kita. Masyarakat sudah mulai terbiasa dengan adanya perkembangan teknologi dan segala peradaban yang terjadi di dunia ini. Oleh karena itu, manusia dipaksa untuk siap dengan adanya segala bentuk perubahan yang ada akibat dari adanya globalisasi. Namun, dampak dari perkembangan peradaban dan teknologi modern akibat dari adanya globalisasi ini tidak sepenuhnya berdampak positif.

Hal itu tergantung bagaimana cara manusia dapat memanfaatkan dan menghadapi datangnya arus globalisasi. Salah satu dampak tersebut dapat dirasakan dalam bidang ekonomi dimana ditengah makin berkembangnya industri dan peradaban ini dapat kita lihat bahwa ketimpangan sosial semakin terlihat jelas adanya. Banyaknya keuntungan yang didapat dari industri besar yang terlihat memiliki visi dan misi besar untuk meraup keuntungan sebesar-besarnya.

Namun kenyataan bahwa sebagian besar atau bahkan hampir semua perusahaan industri terlalu terlalu egois dengan mencari keuntungan  untuk perusahaan tanpa mempedulikan kesejahteraan karyawan dan bahkan buruh yang bekerja di industri tersebut.

Memang benar jika pada dasarnya prinsip dari bisnis dan industri tersebut kebanyakan adalah mengambil keuntungan sebanyak-banyaknya. Tetapi hal ini nyatanya berdampak pada ketimpangan sosial yang semakin hari kian terasa. Secara tidak langsung perusahaan industri tersebut melakukan perbudakan yang tidak manusiawi hanya demi mendapatkan dan mencapai tujuan yang mereka inginkan. Hal inilah yang menjadi dampak dari globalisasi ekonomi yang menimbulkan ketimpangan dan kemiskinan yang mana kedua hal tersebut saling berkaitan.

Sebenarnya ada banyak hal yang menjadi faktor dalam semakin banyaknya ketimpangan sosial, salah satunya globalisasi ekonomi. Selain itu, ketimpangan sosial ini terjadi karena adanya ketidakseimbangan yang terjadi di tengah-tengah masyarakat yang disebabkan perbedaan status sosial, ekonomi, ataupun budaya. Ketimpangan sosial dapat disebabkan oleh adanya faktor-faktor penghambat, sehingga mencegah dan menghalangi seseorang untuk memanfaatkan akses atau kesempatan-kesempatan yang tersedia.

Faktor penghambat internal tersebut berasal dari diri seseorang di masyarakat. Yaitu dimana terdapat rendahnya kualitas sumber daya manusia disebabkan oleh tingkat pendidikan atau keterampilan ataupun kesehatan yang rendah, serta adanya hambatan budaya atau adanya budaya kemisikinan.

Selain itu ada pula faktor penghambat eksternal dimana faktor tersebut berasal dari luar kemampuan seseorang. Hal ini terjadi karena adanya birokrasi dan peraturan-peraturan resmi atau kebijakan, sehingga dapat memperkecil akses seseorang untuk memanfaatkan kesempatan dan peluang yang tersedia. Dengan kata lain ketimpangan sosial tersebut diakibatkan oleh hambatan-hambatan atau tekanan struktural. Hal inilah yang menyebabkan munculnya kemiskinan stuktural.

Karena ketimpangan sosial ini dapat berakumulasi dengan berbagai persoalan masyarakat yang kompleks maka hal ini akan dapat menganggu proses pembangunan ekonomi. Dalam kasus ketimpangan sosial ini terjadi di tengah-tengah masyarakat disebabkan oleh perbedaan yang mencolok antara si kaya dan si miskin, hal inilah yang menyebabkan ketimpangan sosial semakin terlihat jelas.

Adanya globalisasi menyebabkan perekonomian yang hanya tumbuh di beberapa wilayah saja, ditambah dengan praktik ekonomi kapitalisme yang menyebabkan si kaya menjadi semakin kaya dan si miskin menjadi semakin miskin. Hal tersebut tentunya membawa dampak negatif karena menyebabkan ketimpangan sosial.

*Artikel ini tanggung jawab penulis

Tags: BumingGlobalisasiIndustriKetimpangan SosialMasyarakat
ShareSendTweetShareShareSend

Berita Lainnya

Lahir di Umah Kaujon, Aliansi Inklusi Serang Serukan Keterlibatan Disabilitas dalam Kebijakan

8 Oktober 2026

200 Kader PKS Banten Ikuti Kemah Bakti Bela Negara

25 September 2026

Polemik BPC HIPMI Kabupaten Tangerang Bergulir ke BPD, Begini Respons HIPMI Banten

15 September 2026

Andra Soni Doakan dan Dampingi Keluarga Jurnalis di Posko SAR Carita

11 September 2026

Nakhodai Pinsakoda SIT Banten, Luki Saputra Komitmen Bangun Ekosistem Pramuka yang Adaptif

24 Juni 2026

Perkuat Fondasi Sosial, Kabupaten Lebak Susun Raperda Ketahanan Keluarga

21 Juni 2026

Perkuat Kapasitas IT, Puluhan Aparatur Desa di Lebak Dapat Pelatihan Website

16 Juni 2026

Tumbuhkan Literasi, Ponpes Nurul Madaaniy Gelar Bincang Buku Karya Para Siswa & Guru

14 Juni 2026
Tampilkan Lagi

Terpopuler Sepekan

  • Oplus_16908288

    Ironis Pendaftar SPMB Terbanyak, Bangunan Sekolah SMPN 2 Pasar Kemis Luput Perhatian Dinas Terkait

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kick Off Turnamen Desa Pasar Kemis Cup 2026, Kades : Jaga Kekompakan dan Sportivitas

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Disdik Kabupaten Tangerang Survei Bangunan Rusak SMPN 2 Pasar Kemis

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Lebaran BMKG Pastikan Pantai Anyer Aman Dikunjungi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dinilai Punya Kekuatan Mengonsolidasi Partai, Bapera Dukung Intan Masuk Bursa Calon Ketua DPD Golkar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Berita Terkini

BLK Kota Tangerang Buka Pendaftaran Pelatihan Budidaya Tanaman Hidroponik 

8 Oktober 2026

Disdik Kabupaten Tangerang Survei Bangunan Rusak SMPN 2 Pasar Kemis

8 Oktober 2026

Semarak HUT Ke-394 Kabupaten Tangerang, KORMI Siap Gelar FORKAB Edisi Perdana

8 Oktober 2026

Peluang Khusus Lulusan Baru, Program On The Job Training (OJT) di Bidang Industri Manufaktur

7 Oktober 2026

Wabup Intan: Pendidikan Vokasi Mencetak Sumber Daya Manusia yang Terampil dan Kompeten

7 Oktober 2026

Global Food Week 2026, Pertamina NRE Dorong Transformasi Energi Hijau Jadi Komoditas Hijau

7 Oktober 2026
Oplus_16908288

Ironis Pendaftar SPMB Terbanyak, Bangunan Sekolah SMPN 2 Pasar Kemis Luput Perhatian Dinas Terkait

3 Oktober 2026

Pemkab Tangerang dan PCNU Luncurkan Rangkaian HUT Kabupaten Tangerang ke-394

3 Oktober 2026
Tampilkan Lagi
  • Banten
  • Tangerang
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Dunia Islam
  • Video
  • Foto

© 2024 RedaksiBanten.com – Satu semangat terkini.

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Karir
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Banten
  • Tangerang
  • Nasional
  • Ekonomi & Bisnis
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Dunia Islam
  • Video
  • Foto

© 2024 RedaksiBanten.com - Satu semangat terkini.

Website ini menggunakan cookies.