Redaksi Banten, Tangerang–Tumpukan sampah rumah tangga menggunung di sekitar lingkungan sekolah SDN Pasar Kemis 3 Desa Pasar Kemis, Kecamatan Pasar Kemis Kabupaten Tangerang. Rabu (14/10/2026)
Ironisnya depan gedung sekolah tersebut terdapat sejumlah pedagang yang menjajakan jajanan makanan yang menyasar para siswa di jam istirahat sehingga tumpukan sampah berbau tidak sedap dapat berpotensi mengundang lalat dan menjadi sumber gangguan kesehatan.
Berdasarkan keterangan warga yang berada disekitar lokasi, penumpukan sampah karena pengangkutan tidak dilakukan secara rutin oleh petugas.
Saat dikonfirmasi Ketua RT 01, Ade Wijaya mengatakan pihaknya mengaku pernah bekerjasama dengan UPT 3 Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Tangerang namun sampah jarang diangkut sementara pembayaran retribusi setiap bulan dibayarkan penuh sesuai perjanjian.
Kasus GKPI Rajeg, Polda Banten Tetapkan Satu Orang Tersangka
“Dulu pernah kerjasama dengan UPT 3 DLHK tapi pengangkutan kerap terlambat dan tidak konsisten. Sementara pembayaran penuh.” Kata Ade Wijaya
Ia mengaku tidak lagi bekerjasama dengan pihak UPT 3 dan memilih pengangkutan dilakukan oleh petugas Kecamatan Pasar Kemis dengan pembayaran berdasarkan ritase dengan nominal yang disepakati.
Sejak pengurus lingkungan setempat memutus kerjasama dengan pihak UPT 3, Camat Pasar Kemis, H. Nurhanudin sudah pernah mengarahkan pengurus lingkungan untuk bekerjasama dengan pengelola MOTAH di Desa Sukamantri.
” Sejak warga tidak kerjasama dengan pihak UPT 3, kami sudah pernah mengarahkan kepada pengurus lingkungan untuk bekerjasama dengan pengelola MOTAH di Desa Sukamantri.” Kata H. Nurhanudin
Namun Ia pun memastikan penumpukan sampah tersebut akan segera diangkut dan dibersihkan oleh petugas.
” Segera kami tindaklanjuti untuk segera diangkut dan dibersihkan” Tandasnya

















