Redaksi Banten,Tangerang- Kericuhan mewarnai peringatan hari jadi Kabupaten Tangerang ke-394 tahun 2026 saat sejumlah mahasiswa yang mengatasnamakan Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Tangerang Raya dan Aliansi Mahasiswa Kabupaten Tangerang hendak menyerahkan dokumen kritik terhadap kebijakan Bupati Tangerang dan Gubernur Banten Andra Soni usai menghadiri rapat paripurna DPRD Kabupaten Tangerang. Selasa (13/10/2026)
Kericuhan bermula ketika mahasiswa yang membawa dokumen tersebut berusaha merangsek mendekati Bupati namun diadang petugas dan dipaksa menjauh sehingga suasana menjadi gaduh menarik perhatian sejumlah masyarakat yang hadir.
Tidak berhenti disitu, mahasiswa lainnya terus berusaha mengejar bupati hingga keluar gedung bahkan informasinya salah satu mahasiswa mengejar hingga mendekati gedung kantor bupati namun dokumen evaluasi tersebut gagal diserahkan kepada Bupati Tangerang.
Salah seorang perwakilan mahasiswa, Parhan Rafki, mengatakan mereka membawa policy brief berjudul Menjadikan Pembangunan Lebih Terasa: Agenda Perbaikan Kebijakan Publik Kabupaten Tangerang.
Dokumen tersebut memuat sejumlah rekomendasi, antara lain penguatan program ketenagakerjaan dan pengentasan kemiskinan, pembenahan pengelolaan sampah menuju penghentian praktik pembuangan terbuka (open dumping), percepatan penanganan banjir dan infrastruktur, transparansi anggaran, serta pengembangan transportasi umum yang terintegrasi.
Mahasiswa juga menyoroti perlunya evaluasi fungsi jalan yang telah dibangun atau dilebarkan, terutama jika badan jalan atau bahu jalan digunakan sebagai tempat parkir truk. Mereka turut menyinggung kendaraan yang diduga melanggar ketentuan dimensi dan muatan atau over dimension over loading (ODOL).
“Pemerintah Kabupaten Tangerang perlu memastikan setiap kebijakan memiliki target yang jelas, anggaran yang dapat ditelusuri, penanggung jawab yang pasti, serta hasil yang dapat diperiksa masyarakat,” demikian pesan utama dalam ringkasan eksekutif dokumen tersebut.
Menurut mahasiswa, keberhasilan pembangunan jalan tidak semestinya hanya diukur dari panjang jalan yang dibangun. Manfaatnya bagi kelancaran lalu lintas, keselamatan, dan mobilitas warga juga harus menjadi ukuran.
Selain menyasar pemerintah kabupaten, kelompok mahasiswa itu menyampaikan kritik terhadap kondisi fiskal Pemerintah Provinsi Banten. Mereka menilai kapasitas fiskal daerah perlu dievaluasi karena, menurut mereka, anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) provinsi mengalami penurunan dari tahun ke tahun.
Parhan mengatakan dokumen tersebut semula hendak diserahkan langsung kepada Maesyal dan Andra Soni. Namun, ia mengaku upaya itu terhalang petugas keamanan.
Sebelumnya saat upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-394 Kabupaten Tangerang di Lapangan Raden Aria Yudhanegara, Puspemkab Tangerang, Bupati Moch. Maesyal Rasyid menegaskan, pembangunan daerah tidak hanya diukur dari banyaknya program yang dilaksanakan, tetapi juga dari damoak dan manfaat nyata yang dirasakan masyarakat. Hal tersebut sejalan dengan tema HUT ke-394 Kabupaten Tangerang, yaitu “Terus Bergerak, Semakin Berdampak”.
“Tema ini bukan sekadar slogan. Ini adalah semangat dan komitmen kita bersama untuk memastikan setiap kebijakan, setiap program, dan setiap rupiah yang kita kelola benar-benar memberikan perubahan bagi kehidupan masyarakat,” ungkapnya.

















