Aksi Unjukrasa Dua Kelompok Massa Pro Kontra Moch. Maesyal Rasyid, Ini Bedanya
Redaksi Banten – Jelang Pilkada Kabupaten Tangerang dua kelompok massa berunjukrasa didepan kantor Bupati Tangerang dengan tuntutan yang berbeda.
Dengan pengawalan ketat sejumlah aparat kepolisian dan Satpol PP dua kelompok massa bertemu didepan kantor Bupati Tangerang untuk menyampaikan tuntutannya.
Hadapi Pilkada Kabupaten Tangerang Partai Demokrat dan PKB Jajaki Koalisi
Kelompok massa mengatasnamakan Aliansi Mahasiswa Untuk Demokrasi (AMUD) mendesak Sekretaris Daerah (Sekda), Moch.Maesyal Rasyid yang akan mencalonkan diri maju di pilkada 2024 yang saat ini masih aktif sebagai ASN untuk mengundurkan diri dari jabatannya.
BKPSDM Kabupaten Tangerang: ASN Ikut Pilkada Mundur Setelah Ditetapkan Sebagai Calon
Tidak hanya itu para mahasiswa menuntut Pj.Bupati Tangerang mencopot Moch.Maesyal Rasyid dari jabatannya.
“Kami menduga adanya kegiatan politik praktis dengan maraknya spanduk mau pun baliho sebagai calon kepala daerah sarat dengan pelanggaran etik dan netralitas ASN.” Tegas Koordinator aksi, Muhammad Apud
Apud pun mengungkapkan sudut pandang hukum administrasi undang-undang nomor 20 tahun 2023 tentang aparatur sipil negara yang menjelaskan bahwa penyelenggaraan kebijakan manajemen ASN berdasarkan pada asas netralitas sesuai yang diamanatkan undang-undang nomor 5 tahun 2014.
“Bahkan dalam putusan MK nomor 45/PUU-VIII/2010 dan putusan nomor 12/PUU-XI/2013 sebenarnya mahkamah telah menyatakan pendiriannya menyangkut syarat pengunduran diri PNS ketika hendak mencalonkan diri untuk menduduki jabatan publik. Mahkamah telah menyatakan keharusan mengundurkan firi sebagai PNS.” Kata Apud.
Dalam aksi unjuk tersebut para mahasiswa ini menyatakan tiga tuntutannya. Pertama menuntut Pj.Bupati Kabupaten Tangerang mencopot Sekda Kabupaten Tangerang. Kedua mendesak.Pj.Bupati melakukan reformasi birokrasi dan ketiga menciptakan good govermment serta tata kelola pemerintahan yang kondusif.
Sementara itu massa pendukung Moch.Maesyal Rasyid dalam orasinya juga bersikukuh bahwa Sekda tidak harus mundur dari jabatannya sebelum ditetapkan sebagai calon bupati.
Selain itu orasi massa ini seperti berbalas pantun dan kerap menyindir para mahasiswa tersebut namun sepertinya kelompok mahasiswa tidak terpancing dan tidak peduli terhadap kelompok massa pendukung Maesyal Rasyid.
Selain tuntutan yang membedakan aksi kedua massa tersebut adalah jumlah massa pendukung Moch.Maesyal Rasyid sedikit lebih banyak, mereka juga menggunakan mobil komando dan seperangkat soundsystem dan atribut seragam topi berwarna ungu yang menjadi ciri khas Kabupaten Tangerang. Selain itu perwakilan kelompok massa ini difasilitasi bertemu dengan salah satu penjabat di lingkungan Pemkab Tangerang untuk menyampaikan aspirasinya. Sementara kelompok mahasiswa berunjukrasa dengan spanduk seadanya dan hanya menggunakan megaphone.

















