Redaksi Banten, – Pembentukan Koperasi Merah Putih oleh pemerintah yang diharapkan menjadi penggerak perekonomian rakyat untuk kesejahteraan masyarakat. Kini perlahan sejumlah Koperasi Merah Putih di wilayah Kecamatan Pasar Kemis Kabupaten Tangerang mulai goyah bahkan terpaksa tutup.
Salah satunya Koperasi Merah Putih Desa Pasar Kemis menghentikan dan menutup gerainya yang berada di perumahan Bumi Pasar Kemis Indah.
Ketika dikonfirmasi kepada Kepala Desa Pasar Kemis, Al Haetomi mengatakan terkait tutupnya Koperasi Desa Merah Putih ini karena pengurus KDMP banyak yang mengundurkan diri. Menurutnya hal ini disebabkan tidak ada biaya operasional untuk menjalankan gerai tersebut.
Selama ini gerai yang menjual sejumlah kebutuhan pokok tersebut sepi pembeli bahkan omset dari hasil penjualan tidak mampu untuk menutupi biaya operasional, gaji petugas gerai, listrik dan lainnya.
“Pengurus koperasi banyak yang mengundurkan diri karena tidak ada biaya operasional. Rencananya nanti akan dirapatkan lagi.” Kata Al Haetomi melalui pesan suara WhatsApp. Senin (13 April 2026)
Sementara Kepala Desa Suka Asih, Roheni tidak mau berkomentar banyak terkait perkembangan KDMP dan menjawab sambil memberikan isyarat menepuk jidat. “Pusing.”jawabnya singkat
Senada disampaikan oleh Ketua Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Desa Suka Asih Kecamatan Pasar Kemis, Amir mengaku sangat berat menjalankan koperasi ini. Ia mengeluhkan untuk mendapatkan laba bersih Rp.100.000 dari hasil penjualan perhari saja sulit untuk menutupi biaya operasional gerai tersebut.
” Untuk mendapatkan laba bersih seratus ribu saja sulit. Selama ini untuk membayar gaji petugas saja sulit. ” Kata Amir
Lebih jauh Dia mengungkapkan ada 180 anggota koperasi yang terdaftar namun sejauh ini banyak anggota koperasi tidak aktif membayar simpanan wajibnya sebesar sepuluh ribu rupiah setiap bulan.
“Jangankan berbelanja ke gerai koperasi untuk membayar simpanan wajib pun kini sudah tidak ada. Ujar Amir.
Bahkan kondisi KDMP yang dikelolanya sudah disampaikan kepada petugas dari Dinas Koperasi Kabupaten Tangerang saat melakukan monitoring namun jawaban dari pihak terkait tersebut mengatakan jika terus merugikan kenapa gerainya masih beroperasi. Amir menjelaskan gerai ini masih beroperasi karena memiliki tanggungjawab.
” Terpaksa meski pun harus kerja rodi (red; Tanpa Upah).” Ucapnya.
Kondisi ini juga dialami koperasi desa Merah Putih Desa Sukamantri, menurut petugas jaga gerainya sepi pengunjung.
Berdasarkan informasi dari sejumlah Ketua Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) ada 138 gerai KDMP memiliki konsep usaha yang seragam dan bekerjasama dengan Indogrosir.
” Kerjasama ini berdasarkan paket yang ditawarkan oleh pihak Indogrosir. Paket dengan harga tertentu meliputi pengadaan barang dan kelengkapan gerai lainnya seperti etalase dan tablet.dan lainnya. Kebetulan kami paket senilai enam puluh juta.’ Kata Nana Rohyana
Berdasarkan pantauan sejumlah gerai-gerai KDMP ini berada di lokasi yang sangat strategis namun warga lebih memilih berbelanja di warung tetangga atau pun warung Madura.

















