Redaksi Banten,-Melalui budi daya lalat black soldier fly (BSF), pengelolaan sampah mandiri ini mampu menghasilkan 90 hingga 150 kilogram maggot dalam satu periode produksi.
Yakni dengan siklus yang sangat efektif, hanya 27 hari dari telur hingga menghasilkan telur kembali.
3,5 Ton Jagung Hibrida Disalurkan Polsek Pasar Kemis ke Bulog
Ketua KIM Gerendeng Hok Tjuan Wula Djana menerangkan, keberhasilan budi daya ini terletak pada efisiensi waktu dan kemandirian siklus.
“Kami memulai proses dari penetasan telur menggunakan media sederhana seperti ampas kelapa dan sisa nasi. Setelah menetas, larva diberikan nutrisi dari cacahan sayuran dan berbagai jenis sampah organik secara terukur. Dalam waktu 15 hingga 20 hari, maggot sudah bisa dipanen,” terangnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan untuk menjaga keberlangsungan produksi, pihaknya konsisten menyisihkan 10 persen dari hasil panen sebagai calon indukan.
Strategi ini terbukti efektif dalam menjaga ketersediaan telur setiap harinya tanpa harus bergantung pada pasokan luar.
“Dari 10 persen calon indukan yang disisihkan, hanya butuh beberapa hari hingga mereka bertelur kembali. Setiap pagi kami rutin melakukan panen telur, sehingga siklus dari telur ke telur lagi totalnya hanya 27 hari. Ini yang membuat ketersediaan maggot di tempat kami tetap terjaga,” tambahnya.
Melihat potensi penguraian sampah yang sangat masif, ia berharap ke depannya dapat didukung dengan fasilitas yang lebih luas.
Dengan kapasitas lahan yang memadai, volume sampah organik yang mampu diurai dipastikan akan meningkat berkali-kali lipat dari angka produksi saat ini.
“Target kami adalah mampu mengurai lebih banyak lagi sampah organik dari lingkungan sekitar. Jika fasilitas lebih luas, kapasitas produksi maggot pun akan naik tajam, sehingga dampak positifnya terhadap pengurangan beban sampah di TPA akan semakin terasa,” pungkasnya.
Budi daya Maggot BSF oleh KIM Gerendeng ini, diharapkan menjadi inspirasi bagi wilayah lain di Kota Tangerang dalam mengelola sampah secara mandiri, sekaligus menciptakan nilai ekonomi dari limbah rumah tangga

















