Redaksi Banten, Tangerang,- Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Tangerang akan genjot retribusi sampah tahun 2026 untuk berkontribusi terhadap Pendapatan Aseli Daerah (PAD) Kabupaten Tangerang.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan, Ujat Sudrajat mengatakan di tahun 2026 ini memiliki target untuk PAD dari retribusi sampah hingga Rp.15 Miliyar dari tahun sebelumnya Rp. 4,3 Miliyar. Hal ini disampaikan saat menerima sejumlah perwakilan warga Perumahan Kutabumi 5 Desa Sukamantri Kecamatan Pasar Kemis. Senin (18/5/2026)
Kepala DLHK, Ujat Sudrajat menjelaskan lebih jauh terkait penetapan kenaikan target PAD dari retribusi sampah merupakan hal yang realistis berdasarkan perhitungan atas potensi yang yang ada seharusnya target PAD dari retribusi sampah tercapai.
“ Itu akan saya usahakan seoptimal mungkin, karena saya melihat potensi itu ada. Kalau melihat potensi dan kita hitung, seharusnya target pendapatan retribusi Rp15 milliar itu tercapai,” tegasnya
Pihaknya saat ini tengah fokus melakukan penataan Perjanjian Kerja Sama (PKS) agar terdata dengan jelas sehingga retribusinya optimal dan tidak bocor.
” Termasuk menjalin kerjasama langsung dengan warga melalui koordinatornya yaitu Rukun Warga atau RW. ” Kata Ujat Sudrajat
Berdasarkan Peraturan Daerah Nomor 1 Tahun 2026 Tentang Retrinusi Daerah untuk retribusi sampah ditetapkan berdasarkan kategori penggunaan daya listrik mulai dari kelas bawah 900 VA-2200 VA hingga kategori kelas bisnis
Ia mencontohkan untuk retribusi sampah berdasarkan kelas dan kategori daya listrik 900 VA-2200 VA Rp 15.000/bulan.
” Jka ada 500 rumah atau kontrakan kali Rp.15.000 berarti yang disetorkan langsung oleh RW ke kas daerah sebesar Rp.7.500.000 perbulan.” Kata Ujat kepada warga Perum Kutabumi 5 Desa Sukamantri.
Perwakilan warga Perum Kutabumi 5 mengatakan bentuk upaya menyelesaikan masalah sampah rumah tangga di lingkungannya. Mereka berharap dari pertemuan dan perjanjian Kerja Sama dengan Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Tangerang masalah pengangkutan sampah bisa teratasi dengan baik.

















