Redaksi Banten, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada penutupan Rabu (28/1/2026) anjlok -7,35% ke level 8.320. Hal itu membuat Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa melakukan komunikasi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk memberi peringatan serta arah perbaikan pasar saham kepada Bursa Efek Indonesia (BEI).
Purbaya mewanti-wanti BEI jika akhir Maret 2026 belum ada perubahan berarti, dirinya mendatangi bursa saham dalam kapasitas Ketua Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK).
“Saya udah minta ke OJK Untuk konfrontasi dengan BEI. Sekarang bulan apa? Januari. Kalau sampai akhir Maret nggak jalan, saya akan ke sana sebagai Ketua KSSK. Sekarang kita biarkan mereka kerja dulu,” ujar Purbaya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Rabu (28/1/2026), dikutip dari Detik Finance.
Purbaya mengatakan bahwa sentimen dari Morgan Stanley Capital International (MSCI) terkait bursa saham Indonesia yang menjadi biang kerok panic selling di bursa hari ini. Hal itu membuktikan bahwa bursa selama ini kurang transparan dan masih terjadi praktik menggoreng saham.
“Saya bilang perbaiki pasar saham dari ulah para penggoreng saham. Sebetulnya arahnya ke situ. Cuman kemarin mereka geraknya agak pelan atau mungkin masih dalam plan mereka,” ujar Purbaya.
Purbaya mengaku sudah mengantongi komitmen perbaikan dari BEI agar pasar saham kembali pulih dan stabil.
“Seharusnya sih, saya udah cek dengan Ketua OJK tadi, dia clear akan membereskan semua yang disebutkan di MSCI tadi sebelum Mei,” kata Purbaya.
Sebelumnya diketahui, pada sesi kedua pukul 13.43 WIB hari ini, Bursa Efek Indonesia sempat menghentikan sementara semua perdagangan (trading halt) menyusul ambruknya IHSG hingga menyentuh -8%. Perdagangan dibuka kembali pada pukul 14.13 WIB, namun terus melemah hingga menyentuh -8,76%. Pada penutupan perdagangan, IHSG hanya berhasil memperkecil posisi harga ke -7,35%.

















