Miris! Warga Kabupaten Tangerang 30 Tahun Tinggal di Gubuk Reot
Redaksi Banten – Miris! Warga Kampung Kebon Kelapa RT 02/03, Kelurahan Pakuhaji, Kecamatan Pakuhaji, Kabupaten Tangerang sudah puluhan tahun harus tinggal di gubuk reot beralaskan tanah, dinding dari bilik bambu tanpa kamar mandi dan toilet. Itu adalah gambaran gubuk yang menjadi tempat tinggal Umi seorang janda anak satu dimana suaminya sudah meninggal sejak setahun lalu.
Dikala hujan, atap genteng yang sudah rapuh dan bolong-bolong membuat pemilik rumah harus mengungsi ke tempat saudaranya, air hujan masuk lewat genteng yang bocor makin membuat parah didalam gubuk, becek dan licin.
” Saya sudah 30 tahun tinggal di rumah ini dan saya belum bisa memperbaikinya karena saya hanya bekerja sebagai buruh rumah tangga. Penghasilan saya tidak menentu dan jika ada hanya untuk kebutuhan makan sehari – hari ” ujar Umi.Selasa, (17/5/2023).
Bahkan Umi dengan wajah yang datar mengatakan selama ini jika ia dan anaknya ingin buang air besar harus pergi ke sawah.
” Dulu ada pegawai dari Pemerintah Kabupaten Tangerang, moto-moto rumah katanya mau diperbaiki tapi hingga saat ini baik dari kecamatan mau dari desa tidak kunjung diperbaiki.” Ungkap Umi masih menyimpan harapan ada kepedulian dari semua pihak terkait membantu memperbaiki rumahnya.
Sementara Lurah Pakuhaji, Suyatno saat di konfirmasi mengaku saat ini memiliki program bedah rumah sebanyak 19 rumah. Meski demikian, ia tidak bisa memastikan rumah warganya itu bisa di bangun tahun 2023.
“Memang di kita ada rencana bedah rumah sebanyak 19 dari Perkim tapi nanti di bulan Juli atau bulan apa saya belum tau pasti dan dia termasuk yang dapet atau yang mungkin belum kebagian saya tidak tahu,” tegasnya.
Suyatno juga megaku sudah menginstruksikan kepada ketua RT yang ada di Kelurahan Pakuhaji untuk melakukan pendataan terhadap rumah warganya yang belum memiliki toilet.
“Kemarin kita sudah ngomong ke RT untuk melakukan pendataan kepada warga yang belum punya toilet agar di data dan di ajukan tapi RT belum melaporkan lagi, sebenarnya di puskesmas ada program tersebut dan sudah saya ajukan paling banyak itu di Bebulak Dato,” tutupnya ()

















