Video Pasca Penyerangan Terhadap Pedagang Pasar Kutabumi Ini Bisa Jadi Petunjuk Polisi
Redaksi Banten – Hampir sepekan pasca penyerangan Ormas dan preman bayaran kepada para pedagang Pasar Kutabumi hingga saat ini pihak Kepolisian belum mengungkap semua dan siapa dalang serta motifnya
Video penyerangan ratusan Ormas dan preman kepada pedagang Pasar Kutabumi Kecamatan Pasar Kemis Kabupaten Tangerang pada hari Minggu (24 September 2023) banyak beredar dan menjadi perbincangan di masyarakat.
Tidak hanya video tetapi surat yang dikeluarkan oleh pihak Perumda dan surat pernyataan pembentukan Aliansi Masyarakat Peduli Pasar Rakyat Banten yang diduga sengaja dibentuk dan berkaitan revitalisasi pasar dengan upaya mengusir pedagang yang menolak revitalisasi oleh Perumda Niaga Kerta Raharja yang merupakan perusahaan milik pemerintah daerah Kabupaten Tangerang.
Diantara video-video tersebut salah satu video berdurasi 49 detik memperlihatkan salah satu oknum anggota ormas tengah berkomunikasi melalui telepon genggam meminta arahan kepada seseorang yang diduga pemberi perintah.
“Saya tarik mundur ke pasar, sesuai instruksi ya, kalau mereka itu kembali jangan salahkan saya,” kata seorang anggota Ormas dalam video itu saat berbicara melalui telpon genggam kepada seseorang yang diduga pemberi perintah.
“Gini aja Pak Toni punya pendirian bagaimana baiknya, Perumda juga punya pendirian, biar kami selesai hari ini, kalau memang belum kami bertahan,” ucapnya lagi
Oknum anggota Ormas itu sempat menyebut nama ” Toni ” yang diduga merupakan orang yang memberikan perintah kepada Ormas dan preman bayaran tersebut.
Setelah ditelursuri nama tersebut diduga berinisial TW yang juga turut mendeklarasikan diri sebagai bagian dari Aliansi Masyarakat Peduli Pasar Rakyat Banten.
Seperti diketahui TW adalah merupakan mantan Dirops Perumda NKR tahun 2014 -2019.
Namun hingga sejauh ini pihak Polresta Tangerang masih melakukan pendalaman terhadap video tersebut.
Caretaker Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) Kabupaten Tangerang, Sugandi melihat peristiwa penyerangan yang terjadi pada hari Minggu, 24 September 2023 itu menduga sudah didesign terstruktur antara Perumda Niaga Kerta Raharja dan para pelaksana di lapangan yang diduga makelar, sutradara sekaligus pemeran berinsial TW.
” Yah akhirnya tidak ada tindak Kejahatan yang sempurna, Kalau supremasi hukum akan di tegakan. Sudah gampang menyimpulkan alur crime story nya ” Kata Sugandi, Kamis (28 September 2023)
Sugandi pun menegaskan agar aparat penegak hukum memaksimalkan peristiwa sehingga dapat terungkap.
” Tinggal aparat penegak hukum mau apa gak memaksimalkan peristiwa ini untuk menjadikan para perusuh itu di Proses dan ditangkap. Kembali persoalan Goodwill aparat penegak hukum ” pungkasnya

















