Redaksi Banten
  • Beranda
  • Banten
  • Tangerang
  • Nasional
  • Ekonomi & Bisnis
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Dunia Islam
  • Video
  • Foto
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Banten
  • Tangerang
  • Nasional
  • Ekonomi & Bisnis
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Dunia Islam
  • Video
  • Foto
No Result
View All Result
Redaksi Banten
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Banten
  • Tangerang
  • Nasional
  • Ekonomi & Bisnis
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Dunia Islam
  • Video
  • Foto
Home Tangerang

Pekerja Minta Bupati Tangerang Buka Lagi PT SLI di Balaraja

2 Februari 2026
A A

Redaksi Banten – Para pekerja PT Sukses Logam Indonesia (SLI) di kawasan industri Oleg, Kecamatan Balaraja, Kabupaten Tangerang, saat ini nasibnya terkatung-katung. Mereka tidak bisa bekerja menyusul dihentikanya aktivitas pabrik peleburan logam tersebut oleh Bupati Tangerang Moch Maesyal Rasyid sejak 17 Oktober 2025 lalu.

Salah satu pekerja PT SLI, Ade Majid mengaku, sejak aktivitas pabriknya dihentikan tiga bulan lalu, kehidupan ekonomi keluarganya morat marit. Selama itu juga dia bekerja serabutan untuk bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarganya.

“(Sejak pabrik ditutup) Saya jaga portal bang di kawasan industri, mencari sesuap nasi,” ungkap Ade Majid saat ditemui di kawasan industri Oleg, Kampung Cengkok, Desa Sentul, Kecamatan Balaraja, Sabtu (31/1/2026).

Ade Majid mengaku telah berkeluarga dan dikarunia tiga anak. Dia sangat membutuhkan biaya untuk memenuhi berbagai kebutuhan sehari-hari, terutama makanan yang bergizi.

BacaJuga

Santri Kini Lebih Nyaman, Bupati Resmikan Asrama Ponpes Ishlaahul Ummah

Bayi 10 Bulan Dengan Penyakit Jantung Bawaan, Pengobatan Ditanggung Pemkab Tangerang

“Biarlah bapaknya makan apa adanya, tapi tidak buat anak saya bang, mereka harus mendapat asupan yang bergizi,” ujarnya.

Pria bertubuh gempal ini mengaku tidak mengerti dengan kebijakan Bupati Tangerang, Moch Maesyal Rasyid yang tiba-tiba mengeluarkan surat penghentian sementara aktivitas PT SLI, tempatnya menggantungkan hidup bersama sekitar 110-an pekerja lainnya.

“Katanya pabrik mencemari lingkungan bang, tapi lingkungan yang mana? Saya tinggal dekat pabrik, tapi gak ada pencemaran, kami sehat-sehat saja,” tutur Ade dengan mimik wajah serius.

Untuk membuktikan omongannya, Ade yang saat bekerja menjabat sopir forklif, mengajak wartawan untuk melihat kondisi rumahnya yang berdempetan dengan PT SLI. Ade bercerita, sebelum pabriknya ditutup bupati, kala itu dia bersama pekerja lainnya tengah asyik bekerja di bagian produksi. Tiba-tiba pihak Manajemen PT SLI memerintahkan seluruh pekerja untuk menghentikan kegiatan, mesin produksi kemudian dimatikan.

“Kami tanya ke manajemen ada apa ini, kok tiba-tiba kami diminta berhenti. Kata manajemen pabrik, kita ditutup sama bupati,” ungkap Ade Majid dengan mata menerawang tanpa arah.

Ade melanjutkan, manajemen kemudian mengumpulkan seluruh pekerja. Mereka diperlihatkan surat dari Bupati Tangerang Moch Maesyal Rasyid bernomor 500.16.6.6/10401/X/DLHK/2025 tanggal 17 Oktober 2025 yang berisi tentang penghentian sementara kegiatan produksi.

“Sudah lebih tiga bulan ini bang kami tidak bekerja, tidak punya uang, kerja serabutan aja, kadang manajemen (PT SLI) masih perhatian menyuruh kami bersih-bersih rumput terus dikasih upah, tapi kan gak selamanya begitu bang, Kami ingin bekerja lagi di pabrik ini, anak istri kami butuh makan bang,” ujar Ade Majid dengan nada lirih.

Senada diungkapkan Reza Pramudia, pekerja PT SLI bagian pengawas produksi ini mengaku heran dengan kebijakan bupati yang dinilainya sepihak, dan menghentikan aktivitas pabrik tanpa mempertimbangkan nasib ratusan pekerjanya.

“Yang namanya sementara kan bisa dibuka lagi. Tapi ini sudah tiga bulan pak, tapi belum ada tanda-tanda akan dibuka lagi. Kami ingin bekerja lagi pak, keluarga kami butuh makan, kalau tidak dibuka lagi apakah pak bupati mau menanggung biaya hidup kami?” tuturnya.

Reza juga mengaku kerja serabutan selama tempatnya bekerja ditutup sementara. Namun hasilnya tentu saja tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarganya sehari-hari.

“Anak saya masih kecil pak, masih butuh susu,” imbuh Reza yang tinggal persis di samping PT SLI Kampung Cengkok RT 03/02, Desa Sentul, Kecamatan Balaraja.

Dia juga mengaku heran dengan isu adanya polusi bau dan kebisingan yang ditimbulkan dari pabrik tempatnya bekerja. Menurut dia, ada pabrik lain yang justru tingkat kebisingannya lebih tinggi namun tidak dipersoalkan.

“Saya yang berhadapan langsung dengan pabrik merasa tidak ada hal-hal yang katanya bisa membahayakan kesehatan,” imbuhnya.

Reza dan Ade serta ratusan pekerja PT SLI lainnya kini hanya bisa berharap Bupati Tangerang Moch Maesyal Rasyid berlaku bijak dengan segera mencabut surat penghentian sementara kegiatan produksi PT SLI.

Terlebih, kata Reza, sebentar lagi mereka harus menghadapi bulan Suci Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri, yang tentunya biaya kebutuhan hidup keluarganya sehari-hari akan semakin meningkat.

“Tolong kami pak bupati, tolong perhatikan nasib kami, kami mohon cabut surat penghentian sementara pabrik tempat kami bekerja,” imbuh mereka hampir berbarengan.

Ketika disinggung apakah ada niat pindah bekerja, para pekerja PT SLI mengaku mereka memiliki keterbatasan baik dari sisi akademik, usia maupun persyaratan lainnya yang kemungkinan tidak bisa diterima perusahaan lain.

“Kalau di SLI mah syaratnya cuma punya KTP Balaraja, apalagi kalau warga Kampung Cengkok, Desa Sentul sekitar pabrik yang ngelamar, dan mau bekerja, pasti diakomodir,” kata Reza.

Pengakuan Reza Pramudia dan Ade Majid diakui Divisi HRD PT SLI, Doni. Dia menyatakan sekitar 75 persen pekerjanya berasal dari warga sekitar pabrik, terutama dari 14 RT dan 3 RW Kampung Cengkok, Desa Sentul.

“Beberapa pekerja ada yang dari luar, tapi mereka ditempatkan sebagai tenaga ahli, selebihnya berasal dari warga sekitar pabrik,” ungkapnya.(*)

Tags: Bupati Moch. Maesyal RasyidBupati TangerangPabrik LogamPekerjaPencemaran LingkunganPT Sukses Logam Indonesia (SLI)
ShareSendTweetShareShareSend

Berita Lainnya

176 Pasangan Jalani Sidang Isbat Nikah, Wabup Intan: Perlindungan Hukum dan Hak Sipil

9 Oktober 2026

BLK Kota Tangerang Buka Pendaftaran Pelatihan Budidaya Tanaman Hidroponik 

8 Oktober 2026

Disdik Kabupaten Tangerang Survei Bangunan Rusak SMPN 2 Pasar Kemis

8 Oktober 2026

Peluang Khusus Lulusan Baru, Program On The Job Training (OJT) di Bidang Industri Manufaktur

7 Oktober 2026

Wabup Intan: Pendidikan Vokasi Mencetak Sumber Daya Manusia yang Terampil dan Kompeten

7 Oktober 2026
Oplus_16908288

Ironis Pendaftar SPMB Terbanyak, Bangunan Sekolah SMPN 2 Pasar Kemis Luput Perhatian Dinas Terkait

3 Oktober 2026

Pemkab Tangerang dan PCNU Luncurkan Rangkaian HUT Kabupaten Tangerang ke-394

3 Oktober 2026

Festival Situ Gede 2026 Resmi Dibuka Hadirkan Beragam Seni dan Budaya 

3 Oktober 2026
Tampilkan Lagi

Terpopuler Sepekan

  • Oplus_16908288

    Ironis Pendaftar SPMB Terbanyak, Bangunan Sekolah SMPN 2 Pasar Kemis Luput Perhatian Dinas Terkait

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kick Off Turnamen Desa Pasar Kemis Cup 2026, Kades : Jaga Kekompakan dan Sportivitas

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Disdik Kabupaten Tangerang Survei Bangunan Rusak SMPN 2 Pasar Kemis

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Lebaran BMKG Pastikan Pantai Anyer Aman Dikunjungi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dinilai Punya Kekuatan Mengonsolidasi Partai, Bapera Dukung Intan Masuk Bursa Calon Ketua DPD Golkar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Berita Terkini

Lahir di Umah Kaujon, Aliansi Inklusi Serang Serukan Keterlibatan Disabilitas dalam Kebijakan

8 Oktober 2026

Semarak HUT Ke-394 Kabupaten Tangerang, KORMI Siap Gelar FORKAB Edisi Perdana

8 Oktober 2026

Global Food Week 2026, Pertamina NRE Dorong Transformasi Energi Hijau Jadi Komoditas Hijau

7 Oktober 2026
Oplus_19005440

Kick Off Turnamen Desa Pasar Kemis Cup 2026, Kades : Jaga Kekompakan dan Sportivitas

3 Oktober 2026

Ajang Silaturahmi, Kades Pasar Kemis Gelar Turnamen Sepak Bola

2 Oktober 2026

Antisipasi Pelacuran, Satpol PP Kota Tangerang Amankan Empat Pasangan Tidak Sah

30 September 2026
Oplus_16908288

Musrenbang Desa Gelam Jaya Kecamatan Pasar Kemis Terkesan Tidak Serius

30 September 2026

Optimalkan Potensi Lokal, Pemkab Resmikan Desa Komoditi

29 September 2026
Tampilkan Lagi
  • Banten
  • Tangerang
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Dunia Islam
  • Video
  • Foto

© 2024 RedaksiBanten.com – Satu semangat terkini.

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Karir
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Banten
  • Tangerang
  • Nasional
  • Ekonomi & Bisnis
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Dunia Islam
  • Video
  • Foto

© 2024 RedaksiBanten.com - Satu semangat terkini.

Website ini menggunakan cookies.