Anggaran KONI 34 Miliar Minim Prestasi, Komisi II Akan Panggil KONI
Redaksi Banten-Buntut kekecewaan atlet difabel dari National Paralympic Commite Indonesia (NPCI) Kabupaten Tangerang yang merasa bonus prestasi yang akan diterima jauh dibawah atlet KONI membuat anggota Komisi II DPRD Kabupaten Tangerang gerah dan akan memanggil jajaran pengurus KONI Kabupaten Tangerang. Pasalnya anggaran yang digelontorkan oleh pemerintah Kabupaten Tangerang sangat besar yaitu Rp.34 Miliyar namun pengurus KONI dianggap tidak bekerja secara maksimal.
” Kita akan panggil pengurus KONI untuk meminta pertanggungjawaban kepada pemerintah daerah.” Kata Ahyani kepada wartawan, Selasa, (17/1/2023).
Menurut Ahyani anggaran 34 Miliyar itu sangat besar dibandingkan anggaran untuk organisasi lain.
” Pemanggilan ini tidak hanya untuk KONI saja tetapi orgamisasi lain pun bila kita ketahui tidak maksimal akan kita panggil juga.” Tegas Ahyani
Seperti diberitakan sebelumnya, pemanggilan KONI oleh Komisi II itu di utarakan setelah adanya hearing dengan NPCI Kabupaten Tangerang yang menaungi atlet penyandang disabilitas di Kabupaten Tangerang yang menuntut kesetaraan Bonus.
Atlet difabel ini merasa diperlakukan tidak adil oleh pemda, karena bonus yang nantinya mereka terima besarannya dibedakan dengan atlet KONI. Padahal atlet NPCI menjadi juara umum di Paralympic Provinsi (Peparprov) IV Banten tahun 2022.
Sementara atlet KONI yang umumnya memiliki fisik sempurna itu diketahui mendapatkan bonus untuk Medali Emas Rp.30 Juta, Perak, Rp.15 Juta, dan Perunggu Rp.8 Juta. Sedangkan atlet NPCI hanya setengah dari itu. Maka atas hal itu para atlet difabel merasa diperlakukan diskriminatif oleh Pemkab Tangerang

















