Fasiltas Sekolah Rusak Disdik Kabupaten Tangerang Inventarisir Penggunaan BOS
Redaksi Banten – Momentum Hari Pendidikan Nasional 2023 beberapa waktu lalu menjadi sebuah tamparan Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang karena masih ditemukan bangunan sarana atau fasilitas sekolah dalam kondisi yang memprihatinkan. Kerusakan tiap sekolah beragam, mulai dari atap dan plafon, jendela, lantai keramik yang pecah hingga pintu toilet rusak tanpa diperbaiki.
Hal ini membuat Bupati Ahmed Zaki Iskandar mengumpulkan ratusan kepala sekolah dari SD hingga SMP di GSG Puspemkab. Tigaraksa, Selasa (2/5/23).
Zaki memberikan arahan kepada seluruh kepala sekolah SD dan SMP agar seluruh kepala sekolah bisa menjaga fasilitas dan sarana pendidikan yang telah dibangun pemerintah sehingga dapat tercipta lingkungan sekolah yang nyaman.
“Saya juga berpesan kepada seluruh kepala sekolah SD dan SMP Negeri untuk menjaga, merawat fasilitas dan sarana pendidikan yang telah dibangun oleh Pemerintah Kabupaten Tangerang dalam rangka terus meningkatkan kualitas pendidikan,” pesannya.
Sementara Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang, Fahrudin mengatakan pihaknya tengah menginvertarisir tentang penggunaan Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang diperuntukan perawatan fasilitas sekolah. Kamis (04
” Sebab dalam juknis itu kan diperbolehkan jika untuk perawatan fasilitas.” Ungkap Fachrudin
Ia mengatakan perlu adanya pencerahan ulang kepada para kepala sekolah agar lebih peduli lagi terhadap fasiltas yang ada untuk menjaga dan merawat lebih baik lagi.
” Iya perlu dilakukan pencerahan ulang, tapi dengan moment kemarin arahan bapak bupati, membuat kepsek lebih care lagi” tutup Fahrudin via pesan WhatApps
Hal ini pun dibenarkan oleh Ketua Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Pasar Kemis, Aan Tartika yang juga merupakan Kepala Sekolah SDN Pasar Kemis III, bahwa dirinya setiap tahun selalu mengalokasikan biaya pemeliharaan dari dana Biaya Opersional Sekolah (BOS) untuk sarana dan prasarana sekolah.
” Kami selalu mengalokasikan biaya pemeliharaan dan tahun ini pun rencananya mengaloksikan untuk pengecatan banguan sekolah.” Ujar Aan. Ia pun mengimbau sesama kepala sekolah untuk mengalokasikan dana BOS untuk biaya pemeliharaan yang disesuaikan kebutuhan.

















