Redaksi Banten,Tangerang–Rohani (65) janda Lansia dan lumpuh tengah berbaring diatas kasur, setiap hari hanya dapat berdiam diri di kamar kontrakannya di Kampung Pasar Kemis RT 02 RW 01 Desa Pasar Kemis Kecamatan Pasar Kemis Kabupaten Tangerang.
Meski pun awalnya Dia tidak paham Desil namun ketika dijelaskan betapa terkejut ketika mengetahui dirinya dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) termasuk masyarakat mapan dan mandiri.
” Kok bisa saya setiap hari hanya berbaring tidak bisa apa-apa tergolong sebagai orang kaya?” Kata Rohani. Kamis (17/09/2026)
Lantas Dia pun mengungkapkan pernah didatangi petugas sensus menanyakan keadaan serta penghasilan ekonominya.
” Beberapa waktu lalu saya pernah didatangi petugas sensus. Ditanya pengasilan, pengeluaran dan lainnya. Saya ngomong apa adanya sama petugas tapi kenapa saya tergolong sebagai orang kaya?” Ungkap Rohani
Padahal janda tua dan lumpuh ini tidak berdaya dan setiap hari anak perempuannya datang mengurus kebutuhannya.
Mirisnya, salah satu anak laki-lakinya juga dalam keadaan strok dan tinggal satu atap dengan rohani.
Rohani mengaku sejauh ini belum ada petugas dari pihak atau dinas mana pun menemuinya melakukan pengecekan kondisi ekonominya secara langsung untuk memperbarui data tersebut.
Seperti diberitakan sebelumnya Kepala Desa Pasar Kemis, Al Haetomi sempat mempertanyakan petugas sensus apakah mereka turun kepangan atau tidak memahami kondisi di lapangan.
“Bagaimana mungkin seorang .janda sudah usia lanjut dan lumpuh bisa masuk Desil 8? Petugas sensus seharusnya bisa hati-hati dan memahami kondisi di lapangan.” Kata Al Haetomi
Namun pihaknya akan memperbarui data informasi sosial ekonomi sesuai kondisi riil Rohani saat ini.
” Meski pun kami perbarui namun data tidak akan langsung berubah karena harus melalui tahapan verifikasi, validasi lapangan oleh petugas dinas terkait. Selanjutnya menunggu proses oleh Badan Pusat Statistik (BPS) yang biasanya memakan waktu sekitar 3 hingga 6 bulan” ungkapnya.

















