Sinergi Menyehatkan Negeri Kanwil DJP Banten Dan Primaya Hospital Gelar Operasi Katarak Gratis
Redaksi Banten- Ratusan warga penderita Katarak mengikuti operasi katarak gratis di Primaya Hospital Pasar Kemis. Sabtu (25/02/2023) Kegiatan bakti sosial ini digelar oleh Kanwil Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Banten bekerjasama dengan Primaya Hospital Pasar Kemis dan berkolaborasi dengan Perhimpunan Dokter Mata Indonesia (PERDAMI), PT Pusan Manis Mulia, ERHA & HBT (Himpunan Bersatu Teguh), beserta seluruh Kantor Pelayanan Pajak di lingkungan Kanwil DJP Banten.
Kegiatan Baksos operasi Katarak gratis bertajuk “Sinergi Menyehatkan Negeri” ini digagas oleh Kepala Kanwil DJP Banten Yoyok Satiotomo. Ia mengatakan kegiatan bakti sosial ini guna menyampaikan pesan kepada masyarakat bahwa DJP sangat peduli atas isu-isu yang berkembang di masyarakat, termasuk isu kesehatan.
” Kegiatan operasi Katarak gratis ini disambut antusias oleh warga dan diikuti oleh 250 peserta. Ini membuktikan Pajak itu sangat dekat dengan masyarakat. Kami mengerti betul kondisi masyarakat terlebih beratnya perekonomian pasca pandemi. Kami yakin keberadaan kami di tengah-tengah masyarakat dapat lebih bermanfaat dan memberikan contoh serta sumbangsih terbaik kami melalui kegiatan bakti sosial seperti ini,” ujar Yoyok.
Sebelumnya warga yang ingin mengikuti operasi katarak gratis ini melakukan screening terlebih dulu yaitu di Kanwil DJP Banten untuk masyarakat Kota Serang dan sekitarnya serta di KPP Pratama Tangerang Timur untuk masyarakat Tangerang dan sekitarnya juga bagi warga yang belum sempat melakukan screening dapat langsung datang pada hari H ke rumah sakit Primaya Pasar Kemis Kabupaten Tangerang.
Berdasarkan International Agency for the Prevention of Blindness, Indonesia merupakan negara ketiga tertinggi di dunia yang penduduknya terganggu penglihatannya.
Tahun 2020, sekitar 35 juta penduduk Indonesia terganggu penglihatannya dan 3,7 juta di antaranya buta.
Sekitar 80 persen kebutaan disebabkan oleh katarak. Berdasarkan Profil Kesehatan Kabupaten Tangerang, ditemukan 11.104 orang penderita katarak di tahun 2018, sementara baru sejumlah 1.729 penderita yang dioperasi.
Direktur Primaya Hospital Pasar Kemis,dr. Ida Ayu Purwaningsih mengatakan sebagai rumah sakit yang mengutamakan keselamatan pasien, pastinya kami memberlakukan beberapa tahapan pemeriksaan atau skrining untuk memastikan peserta dalam kondisi yang layak atau tidak beresiko untuk menjalani tindakan operasi.
“Skrining yang dilakukan antara lain pemeriksaan oleh dokter mata, apabila hasil diagnosa termasuk kategori katarak maka dilanjutkan dengan pemeriksaan tensi darah dan Gula Darah Sewaktu (GDS),” ujarnya.
Setelah dilakukan skrining dapat dilihat apakah kondisi kesehatan pasien mendukung untuk dilakukan tindakan operasi.
Apabila hasilnya baik maka lanjut untuk tindakan operasi, namun jika hasil kurang baik, peserta akan di observasi 30 menit dan diberikan obat-obatan.
Selanjutnya jika waktu observasi selesai dan hasilnya tidak ada perbaikan maka pasien di pulangkan. Dan pasien yang hasilnya bagus dapat melanjutkan untuk dioperasi.
CEO Primaya Hospital, Leona A. Karnali menambahkan Primaya Hospital mendukung penuh program penanggulangan gangguan penglihatan yang dicanangkan oleh pemerintah, dan kegiatan bakti sosial operasi katarak gratis ini merupakan bentuk komitmen kami.
“Kami akan terus berupaya untuk terus bertumbuh guna menjangkau masyarakat secara lebih luas,” uangkapnya.
Selain melalui bakti sosial, kami juga terus mengembangkan layanan kesehatan kami untuk memberikan solusi kesehatan terpercaya bagi masyarakat Indonesia. (*)

















