Keluhkan Pupuk dan Solar Bersubsidi, Petani Minta Pemkab Tangerang Cari Solusi
Redaksi Banten – Sejumlah para petani yang tergabung dalam Kelompok Tani (Gapoktan) berdialog dengan Sekda Kabupaten Tangerang, Moch. Maesyal Rasyied didampingi Kepala Dinas Pertanian Ketahanan Pangan Kabupaten Tangerang, Asep Jatnika Sutrisno di Pusat Kawasan Agropolitan (Puskagro) Sepatan Kabupaten Tangerang. Sabtu (20 Januari 2023)
Baca : Panen Cabai Perdana Di Kecamatan Kronjo Diharapkan Kurangi Laju Inflasi Harga
Para petani menyampaikan mengenai kesulitan yang dialami seperti pupuk subsidi, rekomendasi BBM solar untuk pertanian, bibit, dan pengemasan hasil pertanian hingga pendistribusian pupuk.
Baca : Pemilihan Cide Kode Benteng, Peserta Jelajahi Sejarah dan Budaya Cina Benteng
” Masalah kami seperti pupuk subsidi, BBM Solar bersubsidi untuk pertanian dan lainnya berharap apa yang menjadi kendala kami ini bisa dicarikan solusi dan segera direalisasikan,” Pinta Sutisna salah satu anggota kelompok tani.
Baca : Bupati Zaki: Kami Sudah Punya Puskagro Seperti yang Diinginkan Menko Marves
Dalam kesempatan tersebut, Sekda Moch.Maesyal Rasyied mengatakan Puskagro hadir untuk mendukung ketahanan dan kedaulatan pangan di Kabupaten Tangerang dan berpesan agar para petani terus semangat mengembangkan lahan dan komiditi yang ditanam.
Menurut Sekda, lahan eksisting persawahan di Kabupaten Tangerang yang sekitar 36 ribu hektar lebih harus terus dimaksimalkan agar Kabupaten Tangerang bisa menjadi lumbung pangan, baik beras, palawija dan buah-buahan.
“Lahan yang ada di Puskagro, silahkan para petani memanfaatkannya agar di kondisi musim tanam bisa dmaksimalkan. Pemkab Tangerang akan terus suport mulai dari pelatihan, pupuk hingga pengemasan hasil pertanian di sini,” jelasnya
Sementara Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Tangerang, Asep Jatnika Sutrisno menjelaskan pihaknya sebagai fasilitator tentu saja akan terus memberikan bantuan berupa inovasi dan fasilitas pendampingan kepada para kelompok petani dan masyarakat.
“Saat ini saya dan pak Sekda menyerap aspirasi dan keluhan para petani, duduk bersama untuk mencari solusi bagaimana pertanian dan peternakan bisa menjadi ketahanan pangan yang berkelanjutan,” jelas Asep.

















