Sepi Pembeli Pedagang Pasar Baru Pasar Kemis Banyak Gulung Tikar
Redaksi Banten – Perumda Niaga Kerta Raharja dalam rilisnya menjelaskan revitalisasi pasar untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat pedagang.
Berbagai kampanye dilakukan untuk menyakinkan pedagang dimana pasar tersebut akan direvitalisasi.
“Revitalisasi pasar ini untuk memajukan ekonomi masyarakat, sehingga para pedagang di pasar tradisional dapat bersaing dengan pasar moderen,” kata Dirut Perumda NKR, Finny Widiyanti , Kamis (12/10) disalah satu rumah makan Jalan Pemda Tigaraksa.
Namun kenyataannya berbeda dengan apa yang disampaikan oleh Perumda NKR, salah satunya adalah Pasar Baru Pasar Kemis, Desa Sindang Panon, Kecamatan Sindang Jaya Kabupaten Tangerang yang dibangun sebagai pasar modern namun berdasarkan pengakuan pedagang sepi pengunjung sehingga menyebabkan omset pedagang menurun dan penjualan tidak berkembang.
Baca :
Perumda NKR Sudah Sosialisasi Kepada Pedagang Pasar Kutabumi, APPSI Bilang Begini
Perumda NKR Suguhi Pj.Bupati Tangerang Data Palsu Dan Fakta Yang Direkayasa
Dugaan Penyimpangan Perumda NKR Merevitalisasi Pasar Kutabumi
Padahal saat akan pindah ke pasar tersebut, pedagang harus merogoh uang tidak sedikit untuk bisa menempati ruang dagang di pasar tersebut.
Banyak pedagang yang terpaksa meninggalkan los dan kios silih berganti orang yang menempatinya karena sepinya pembeli.
Berdasarkan keterangan sejumlah pedagang yang menempati pasar tersebut, sejak mereka menempati pasar baru Pasar Kemis, omset penjualan tidak ada perkembangan bahkan cenderung turun.
Sejumlah pedagang, mulai dari pedagang sayur, sembako, kelontong hingga pedagang pakaian terpaksa gulung tikar.
Lebih parahnya ada sejumlah kios sejak awal pasar itu beroperasi, pedagang yang menempati kios disana hanya bertahan beberapa bulan saja dan tutup hingga hari ini.
Maman salah seorang padagang sayur mengaku penjualannya tidak sesuai harapannya. Senin (16 Oktober 2023)
” Saat ini saya sudah sebulan gak dagang. Banyak pedagang sayur tutup dan ada juga los atau kiosnya dialihkan ke pedagang lain. ” kata Maman
Lebih lanjut Maman mengungkapkan banyak pedagang setelah berjualan di pasar ini terpaksa harus mengejar pasar sore atau pasar kaget untuk menutupi kebutuhan sehari-hari.
” Jadi kalau jualan di pasar ini jangan diharapkan berkembang. Diluar sana dipinggir-pinggir jalan sudah banyak toko atau penjual kebutuhan sehari-hari. Makanya masyarakat malas berbelanja di pasar ini. Pedagang keliling pun sudah merambah ke pemukiman.” Ungkap Maman
Tidak jauh berbeda dengan Rojak salah satu pedagang bumbu giling merasa usahanya berjualan di pasar tersebut sangat berat.
” Parah mas. Sejak saya dagang sepi pembeli Saya sudah gak bisa bertahan. Jualan disini sulit menutupi biaya operasional.” Sesal Rojak yang rencananya akhir bulan ini akan meninggalkan pasar tersebut.
Berdasarkan pantauan di lokasi sejumlah kios tampak tutup tidak berjualan. Bahkan terdapat kios dan los yang dipasang selembar tulisan ” Disewakan “
Berdasarkan informasi dari pedagang, sudah lama kios-kios dan juga los ditinggalkan oleh pedagang.
” Sejak pasar ini beroperasi kios deretan sana juga banyak yang tutup hanya bertahan beberapa bulan saja.” Ujar seorang petugas kebersihan yang tidak mau disebutkan namanya.

















