Hardiknas Kabupaten Tangerang Masih Ditemukan Sarana Fasilitas Sekolah Tidak Terawat
Redaksi Banten – Sejumlah sarana dan fasilitas pendidikan di Kabupaten Tangerang masih ditemukan kondisinya yang tidak terawat dengan baik.
Kerusakan sarana disejumlah sekolah beragam mulai dari atap, plafon yang bolong, pintu yang rusak, ruang tanpa jendela dan lantai keramik yang pecah.
Bahkan program Sanisek yang digagas oleh Bupati Tangerang, Ahmed Zaki Iskandar yang seharusnya dapat dijaga dan dimanfaatkan secara maksimal oleh warga sekolah ternyata tidak, pasalnya banyak sarana dan fasilitas sekolah yang dibangun melalui anggaran APBD Kabupaten Tangerang ini terkesan ada pembiaran dalam kondisi rusak.
Dalam kesempatan momentum hari pendidikan nasional, Bupati Ahmed Zaki Iskandar mengumpulkan sekitar 900 orang Kepala Sekolah Negeri baik SD maupun SMP di GSG Puspemkab. Tigaraksa, Selasa (2/5/23).
Zaki memberikan arahan kepada seluruh kepala sekolah SD dan SMP agar seluruh kepala sekolah bisa menjaga fasilitas dan sarana pendidikan yang telah dibangun pemerintah sehingga dapat tercipta lingkungan sekolah yang nyaman.
“Saya juga berpesan kepada seluruh kepala sekolah SD dan SMP Negeri untuk menjaga, merawat fasilitas dan sarana pendidikan yang telah dibangun oleh Pemerintah Kabupaten Tangerang dalam rangka terus meningkatkan kualitas pendidikan,” pesannya.
Bupati juga menandaskan kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang untuk terus memaksimalkan infrastruktur untuk mendukung peningkatan indeks pembangunan manusia di Kabupaten Tangerang terutama di sektor pendidikan.
“Ini sangat penting karena kita tahu bersama bahwa wilayah Kabupaten Tangerang yang sangat luas dengan jumlah populasi yang cukup padat dan peningkatannya juga luar biasa jumlah penduduknya. Semoga hasil dari dikumpulkan seluruh kepala sekolah ini ada roadmap atau peta jalan pembangunan pendidikan berkelanjutan di Kabupaten Tangerang,” harapnya.
Zaki menambahkan, Pemkab Tangerang telah menggulirkan program-program khususnya di bidang pendidikan, seperti sanitasi sekolah, program gerakan sekolah menyenangkan, program kehati dandan juga program Kurangi Sampah Sekolah Kita (Kurasaki).
Menurutnya, program-program tersebut tidak akan berjalan maksimal dan bermanfaat apabila tidak didukung oleh sekolah, mitra dan seluruh warga sekolah.
“Ini merupakan tanggung jawab kita semua khususnya kepala sekolah SD dan SMP di Kabupaten Tangerang , begitu juga dukungan mitra-mitra sekolah dan yayasan. Ini yang sangat penting karena kolaborasi ini bisa membangun dunia pendidikan di Kabupaten Tangerang bisa lebih baik lagi,” tukasnya

















