Unsur Diskriminatif Atlet Difabel Sudah Tercium Saat TPAD Kabupaten Tangerang Ketok Palu
Redaksi Banten-Dinas Pemuda Olahraga (Dispora) Kabupaten Tangerang menjawab polemik diskriminasi pemberian bonus kepada atlet difabel yang tergabung National Paralympic Commite (NPCI) kabupaten Tangerang, pihak Dispora mengaku sudah mengusulkan adanya kesetaraan bonus untuk atlet penyandang disabilitas di NPCI) dengan atlet KONI Kabupaten Tangerang.
Namun terungkap dalam hearing Komisi II usulan Dispora mengakui terlambat karena diusulkan detik-detik akhir pentepan anggaran, hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Pemuda Olahraga, Ratih Rahmawati, Senin (16/01/2023) saat rapat dengar pendapat dengan Komisi II dan atlet NPCI.
” Kami dari Disporabudpar sebenarnya sudah mengusulkan sesuai dengan bonus yang di KONI tetapi kebijakan ada di tim TAPD sbg pinpinnan anggaran.” Ungkap Ratih Rahmawati mengaku terlambat mengusulkannya ke TPAD.
Komisi II DPRD Kabupaten Tangerang, Ahyani menanggapi pernyataan Disporabudar, mengatakan tidak ada istilah terlambat kalau merujuk kepada undang-undang terkait kesetaraan bonus para atlet.
” Jadi wajar jika para atlet Difabel merasa pemerintah daerah diskrimintatif. Sejak awal sudah tidak menjadikan undang-undang itu sebagai landasan hukumnya. ” Tegas Ahyani. Bahkan Ia membandingkan bonus yang diterima atlet KONI Kabupaten Tangerang yang memiliki anggaran sangat besar dan menurutnya harus dipertanggungjawabkan.
Sementara Sekretaris BPKAD Kabupaten Tangerang, Ataullah menyatakan dalam rapat dengar pendapat itu belum dapat memastikan terkait tuntutan para atlet NPCI sebab pihaknya harus terlebih dahulu untuk berkoordinasi dengan ketua TPAD untuk membahas hal tersebut.

















